Takut menikah Karena Mertua?

Terinspirasi dari obrolan ringan dengan salah satu teman kuliah tadi pagi, ternyata banyak orang yang takut menikah karena takut menghadapi mertua. Yah ketakutan yang belum dirasakan menurutku….(nikah aja belom, kok udah takut? :p ). Kenapa temanku tadi takut padahal dia belum menikah? Karena, dia melihat kenyataan banyak yang ribut/cekcok dengan mertua dalam hal keuangan

Simak saja beberapa cerita yang dituangkan seseorang melalui blognya, diantaranya:

ternyata nasib kita sama aja yahh,,pasti masalah nya mertua,aq juga punya masalah ama mertua,apalagee tantenya yg super duper galak,cerewet dan angkuh,untungnya aq hidup berjauhan ma mertua aq dan suami stay di new york city,sedang mertuaku diindonesia,tapi sama aja,pasti tantenya yg sama2 stay di amerika pasti ngadu ke sana,yg ada selalu ini itu ikut campur ,apalagee masalah uang ,maunya tiap bulan minta kiriman,dan menjatah pula ,dipikir kita puya pohon uang di amerika apa ya?,,,kalo dikirim pun bukan nya buat modal usaha tapi buat shoping2,truss abis minta kiriman lagee,kadang aku pusing mikirin nya,kapan keluargaku pulang kampung dan hidup tenang,kalo mertuaku trus2an mintain duit mulu kerjanya,,pusing dehh punya mertua mata duitan dan ngga tau trima kasih tiap kali sms pun yg ada pasti minta kiriman,ngga tau lagee dehh harus gimana,pengen rasanya tinggalin suamiku,tapi kasihan dianya sih baik,juga kasihan anakku kalo harus tanpa ayahnya, harus gimana nihh pusing dehhh,,,,yg pasti jalanin aja dehh siapa tau ada jalan…..(klik disini)

kita senasib mba. tiap hari ibu mertuaku kerumah buat minta duit padahal dia ketemu sama anaknya(suamiku) baru 4 th yg lalu,coz sejak suamiku umur 2 thn dia kabur sama pacarnya yang skr udh jd suaminya suamiku jd yatim umur 14 th jd emg dr aku pacaran suamiku gak punya apa2 sekarang begitu suamiku punya pekerjaan tetap tiap hari dia dateng kerumah buat nuntut haknya sebagai ibu(katanya)buat makan, rokok, sekolah&ongkos adik2 tirinya, padahal pas aku lahiran anak ke 2 jelas2dia bilang sama aku gak sudi ngurus anak2ku, tp kan dia tau penghasilan ku lebih besar dari suamiku ditambah lg keluargaku sangat mampu dan tiap bulannya ngirimi semua keperluan anak2ku tp suamiku gak malu tuh apalagi ibunya…dia bilang ITU KAN KEWAJIBAN KALIAN…(klik disini)

Air mataku jatuh gak kerasa mba, saat kebaikan kita gak pernah dihargai…aku baru menikah 2 bulan kebetulan suamiku ditempat kerjakan jauh dari tempat tinggal kita 2 minggu sekali dia plg… setiap itu juga mertuaku selalu minta duit,minta2 dibelikan macam2… padahal aku ingin sekali membangun kehidupan,menabung,mewujudkan impian2 kami. Tapi gmn kami mau menabung, kalau pendapatan kami selalu digerogoti sama mertua dan adik ipar…aku jg bingung hrs bagaimana???…(Klik disini)

Aku msh 22 thn aku sudah menikah dan sekarang lagi hamil 7 bln,aku mempunyai adik ipar yg selalu saja menyakiti ku dan mertua ku yang sering membandingkan ku dengan istrinya abg suamiku(kk-ipar). Mungkin krn dia pns sementara aku msh kuliah dan kini aku lg bekerja untuk membantu suamiku melunasi utang yg di pinjam nya saat km nikah terkadang aku jg sampai lembur hingga jam 12mlm..
Sudah lah sakit aku dibuat klrga suamiku tp suamiku hanya diam saja dan kini dia pun menyakitiku dengan kata”nya yg kasar dan ingin segera menduda bahkan km tdk lg ber- Hubingan Suami Istri dan sekarang dia sudah mulai menyakiti fisik…

Apakah suamiku sudah tidak cinta lg dengan ku…. ya Allah tolong lh hamba mu ini.. apa tidak cukup kesetian ku dan pengorbanan ku selama ini…. tp ku tdk bs berbuat apa” krna aku mencintai suamiku… aku hanya ingin di hargai oleh klrganya dan suamiku ucapkanlah kata maaf kepadaku……(Klik disini)

Saya baru menikah dgn seorang laki2 yang sangat saya cintai, saya bahagia bersama nya..
saya ada masalah dengan keluarga suami ku termasuk mertua dan kakaknya,,,
saya tidak menyukai mertuaku dan tidak merasa nyaman bersama kakak suamiku…
rasanya benar2 tidak nyaman…mengapa?
menurutku bahwa saya dan keluarga suamiku memiliki culture yang berbeda
saya dirumah disayangi keluargaku, tiba2 disana saya harus belajar melayani mertua dan kakaknya,, seperti pembantu
belum ibunya bilang : sendok ini harus dicuci, klu tidak, ntar dijilat sama cicak. saya merasa saya sudah baik mau membantu kmu nyuci, kok kmu kayak anggap aku seperti pembantu kmu? cara bicara nya begitu tidak enak di dengar. sy pkr mungkin dia kira saya dibesarin nenek saya, tidak dididik nenek saya, jd giliran dia mendidik saya…
sialan ya,, ya saya diam saja, dan bantu nyuci, juga ga mau kualat.semakin hari, saya merasa tidak nyaman dgn ibu nya,, bukan saya tidak mau dekat,, tp klu ibunya tidak menghormati kita ,, apakah kita juga ikut tidak menghormati diri kita?.saya memilih damai,,,
saya berharap kami dalam perdamaian,,, dan tidak terlalu dekat mgk bisa lebih baik. saya takut nt suami sy paksa saya utk baik2in ibunya,,, aduh tolong donk…(klik disini)

Itulah beberapa cerita dari seorang menantu yang  membuang keluh kesahnya. Nah temanku tadi malah jadi pendengar beberapa teman yang sudah menikah. Akhirnya banyak ketakutan pada hatinya untuk melangkah ke jenjang pernikahan.

Kehadiran mertua ditengah tengah kehidupan pasutri mau tak mau harus dirasakan, karena mertua adalah bagian dari suami/istri kita. jika ada masalah timbul di tengah perjalanan pernikahan, berusahalah untuk diselesaikan bersama.

Langkah-langkah yang bisa ditempuh diantaranya:

Saling mengeluarkan isi hati mengenai uneg uneg terhadap mertua masing masing & jangan langsung menghadapi uneg uneg tersebut dengan emosi. Jika dengan emosi, ali- alih jalan keluar akan berubah menjadi jalan buntu. Membicarakan mertua itu sangat sensitif sekali, karena mertua adalah orang tua dari pasangan Kita. Jadi jika Kita berkata kasar tentang mertua, itu bisa sangat menyinggung perasaan pasangan. oleh karena itu berhati-hatilah saat menyampaikan uneg-uneg kepada pasangan.

Kehadiran mertua dalam rumahtangga seringkali menjadi sumber konflik apabila ada salah satu dari pasutri yang merasa tidak setuju atas perbuatan mertua   misalnya, karena terlalu ikut campurnya mertua dalam urusan rumahtangganya.
Menghadapi itu semua harus hati-hati, jangan sampai pasangan kita terluka atau malah menjadikan penyebab perceraian diantara pasutri. Kesal sih kesal, namun tetap harus dikendalikan. Bila Anda tidak berkenan dengan komentar/teguran/apapun yang dilakukan mertua, jangan langsung mengekspresikannya di depan mertua atau di depan pasangan Kita. Cobalah berpikir tenang, ajaklah suami bertukar pikiran untuk mengatasinya. Karena hanya dengan pasangan Anda bisa menyelesaikan konflik, karena pasangan bisa langsung menasehati Orang tuanya….

*Tuk yang takut melangkah ke jenjang pernikahan, jangan takut ya.  Kalaupun nanti akan mendapatkan mertua yang tidak cocok dengan Anda, bisa diselesaikan kok masalahnya….^_^*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s