You are currently browsing the monthly archive for April, 2007.
Ummu ahmad ad-du’aijy berkata ketika ia ditemui Majalah Yamamah tentang kematian seorang gadis berusia 20 tahun pada kecelakaan kendaraan. Beberapa saat sebelum meninggal, ia pernah ditanya oleh familinya “Bagaimana keadaanmu ya fulanah ?”ia menjawab, “Baik, alhamdulillah”. Tetapi beberapa saat setelah itu ia meninggal dunia. Semoga Allah merahmatinya.
Mereka membawanya ke tempat memandikan mayat. Ketika kami meletakkan mayatnya di atas kayu pemandian untuk dimandikan, kami melihat wajahnya ceria dan tersimpul senyuman seakan-akan ia sedang tidur. Di tubuhnya tidak ada cacat, patah dan luka. Dan anehnya (sebagaimana yang dikatakan Ummu ahmad) ketika mereka hendak mengangkatnya untuk menyelesaikan mandinya, keluar benda berwarna putih yang memenuhi ruangan tersebut menjadi harum kasturi. Subhanallah… benar-benar ini adalah bau kasturi. Kami bertakbir dan berdzikir kepada Allah sehingga anakku sahabat si mayit menangis melihatnya.
Kemudian aku bertanya kepada bibi si mayit tentang keponakannya, bagaiman keadaannya semasa hidup ? Ia menjawab, “Sejak ia mendekati usia baligh ia tidak pernah meninggalkan sebuah kewajiban, tidak pernah melihat film, sinetron dan musik. Sejak usia 13 tahun ia sudah mulai puasa senin kamis dan ia pernah berniat secara sosial membantu memandikan mayat. Tetapi ia terlebih dahulu dimandikan sebelum ia memandikan orang lain. Para guru dan teman-temannya mengenang ketakwaannya, akhlaknya dan pergaulannya yang banyak berpengaruh terhadap teman-temannya baik ketika masih hidup maupun setelah meninggal.”
Aku katakan, “Benarlah perkataan syair,
Detak jantung seseorang berkata kepadanya,
Bahwa kehidupan hanya beberapa menit dan detik saja. Read the rest of this entry »
Temanku berkata kepadaku, “Ketika perang teluk berlangsung, aku sedang berada di mesir dan sebelum perang meletus, aku sudah terbiasa menguburkan mayat di Kuwait yang aku ketahui dari masyarakat setempat. Salah seorang familiku menghubungiku meminta agar menguburkan ibu mereka yang meninggal. Aku pergi ke pekuburan dan aku menunggu di tempat memandikan mayat.”
Disana aku melihat 4 wanita berhijab bergegas meninggalkan tempat memandikan mayat tersebut. Aku tidak menanyakan sebab mereka keluar dari tempat itu karena memang bukan urusanku. Beberapa menit kemudian wanita yang memandikan mayat keluar dan meminta aku agar menolongnya untuk memandikan mayat tersebut. Aku katakan kepadanya. “Ini tidak boleh, karena tidak halal bagi seorang lelaki melihat aurat wanita.” Tetapi ia mengemukakan alasannya bahwa jenazah wanita yang satu ini sangat besar.
Kemudian wanita itu kembali masuk dan memandikan mayat tersebut. Setelah dikafankan, iamemanggil kami agar mayat tersebut diusung. Karena jenazah ini terlalu berat, kami berjumlah sebelas orang masuk ke dalam untuk mengangkatnya. Setelah sampai di lubang kuburan (keniasaan penduduk mesir membuat pekuburan seperti ruangan lalu dengan menggunakan tangga mereka menurunkan mayat ke ruangan tersebut dan meletakkannya di dalamnya dengan tidak ditimbun).
Kami buka lubang masuknya dan kami turunkan dari pundak kami. Namun tiba-tiba jenazahnya terlepas dan terjatuh ke dalam dan tidak sempat kami tangkap kembali hingga aku mendengar dari gemeretak tulangnya yang patah ketika jenazah itu jatuh. Aku melihat ke dalam ternyata kain kafannya sedikit terbuka sehingga terlihat auratnya. Aku segera melompat dan menutup aurat tersebut.
Cerita kisah yang mengerikan dan aneh ini bukannya khayalan dan bukan juga dongeng. Ini adalah kisah yang diceritakan langsung oleh saksi mata. Kita nukil kisahnya dalam duka dan ceria.
Saksi berkata, “Sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi yang hampir menabrak apa yang ada di jalan. Orang-orang melihat mobil tersebut dengan perasaan takut dan cemas. Sang supir kemudian menekan klakson dan menuju salahsatu perempatan jalan. Tiba-tiba mobil lain muncul berjalan dengan lambat dan hati-hati. Tetapi karena mobil pertama sangat kencang maka kedua mobil tersebut bertabrakan dan keduanya terbalik di tengah jalan. Semuanya terjadi dalam sekejap saja, diiringi dengan suara dentuman dan teriakan yang mengerikan.”
Lalu kendaraan lainpun berhenti di pinggiran jalan. Adapun kedua mobil tersebut karena kuatnya tabrakan terpental ke pinggir jalan, yang satu di pinggir sebelah kanan dan yang satu di pinggir sebelah kiri. Para pengemudi dan orang-orang yang melintasbergegas menuju kedua mobil tersebut untuk melihat kondisi pengemudinya dan berusaha memberikan pertolongan dan mengeluarkan korban dari dalam mobil jika memang memungkinkan. Setelah mereka sampai di mobil pertama, ternyata darah mengalir deras dari tubuh seorang pemuda yang terjepit pingsan di antara besi-besi dengan lumuran darah. Besi-besi itu mengoyak tubuhnya serta meremukkan daging dan tulang-tulangnya. Tiba-tiba suasana sedih tersebut hilang dengan terdengarnya suara nyanyian cabul dari tape mobil yang masih berputar. Salah seorang hadirin berusaha masuk ke sela-sela besi tersebut untuk mematikan nyanyian bodoh itu. Kemudian salah seorang yang melintas berteriak meminta pertolongan untuk mengeluarkan korban yang ada dalam mobil kedua di pinggir seberang jalan, lantas mereka pun bergegas ke sana.
Diantara besi-besi tersebut muncul suara dari seorang pemuda dalam keadaan antara hidup dan mati. Orang-orang yang hadir bahu membahu berupaya mengeluarkannya, hanya saja perasaan cemas dan khawatir hampir membuat lidah mereka kelu. Mereka mendengar suara yang jelas dan panjang yang diulang-ulang, ternyata ia membaca surah Al-fatihah secara lengkap. Jika bacaan tersebut selesai, ia akan kembali mengulangnya. Demikianlah pemuda itu terus membaca surat tersebut. Mereka menangis terisak-isak, kata-kata tertahan di antara dua bibir mereka dan air mata berlinang seraya mengucapkan, “Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.” Disaat itu tibalah mobil ambulan di tempat kejadian untuk membawa pemuda pertama ke kuburan dan melarikan pemuda kedua ke rumah sakit.
Dari Ibu Jufania di Gamping kidul
Untuk batuk orang dewasa : Ambil 2 buah pisang ambon kemudian dibakar utuh, setelah getah keluar, angkatlah, dan diamkan agar agak dingin. Kemudian makanlah.
Untuk batuk anak-anak : Ambil Separuh dari 1 butir pisang ambon, caranya sama seperti untuk orang dewasa.
Kata bu Jufania, yang sudah mencoba resep ini, batuk yang berlendir bisa berlarut.
Dari Ibu Gita di Bantul….
Untuk noda di baju : Semprotkan hairsprey ke bagian yang terkena tinta, kemudian semprotan heairspray tadi digosok-gosok menggunakan kain.
Untuk noda di Mebel : Semprotkan juga hairspray di bagian mebel yang terkena tinta, kemudian di lap dengan lap yang sebelumnya telah ditetesi dengan cuka.
Seorang wanita berusia 55 tahun masuk ruang pemeriksaan sebab terserang penyakit gagal jantung kronis yang membuat jantungnya terhenti.
Rekan-rekanku menghubungiku dan memintaku agar segera melihat kondisi wanita tersebut. Saat itu jam 7 pagi. Lantas aku bergegas ke ruang pemeriksaan dengan harapan semoga Allah menyembuhkan wanita tersebut melalui usahaku. Ketika aku tiba, ternyata jantungnya sudah berhenti berdetak. Maka aku segera melarikannya ke bagian alat pacu jantung agar detak jantungnya kembali normal.
Disaat dilakukannya pemicuan dan rangsangan detak jantung, walau alat pengukur detak jantung menunjukkan detak jantung berhenti, namun aku menyaksikan suatu kejadian aneh yang belum pernah aku lihat sebelumnya.
Tahukah anda kejadian apakah itu ?
Tiba-tiba wanita itu tersadar dan membuka kedua matanya bahkan ia dapat berbicara. Tetapi tahukah anda apa yang ia bicarakan ? Apakah dia berteriak, atau mengadu, atau meminta pertolongan, atau bertanya dimana suami dan anak-anaknya, atau berbicara tentang perkara yang berkaitan dengan urusan dunia?
Demi Allah tidak. Tetapi kalimat pertama yang aku dengar adalah kalimat tauhid yang agung : “Asyhadu alla ilaha ilallah wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rosuluh”
Kemudian apalagi? Apa kira-kira menurut anda ?
Jantungnya kembali berhenti dan alat pengukur detak jantung kembali berbunyi menandakan bahwa jantungnya kembali berhenti. Aku kembali berusaha untuk memicu denyut jantungnya. Dan subhanallah….peristiwa itu kembali berulang. Ia membuka kedua matanya dan kembali mengucapkan dua kalimat syahadat, “Asyhadu alla ilaha ilallah wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rosuluh”.
Dapatkah anda mempercayaiku bahwa peristiwa ini terjadi berulang-ulang di depan mataku dan jantungnya berhenti tiga kali lalu ia mengucapkan dua kalimat syahadat dan aku tidak mendengar ucapan yang lain, tidak rintihan, tidak pengaduan dan tidak juga meminta benda dunia.
Aku hanya mendengar dzikir kepada Allah dan kalimat syahadat.
Setelah Ia meninggal-semoga Allah merahmatinya-aku melihat peristiwa aneh…wajah wanita itu memancarkan cahaya…apakah anda mempercayaiku ? Demi Allah yang tiada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, wajahnya bersinar. Sungguh aku melihat cahaya yang memancar…demikianlah akhir dari hayat wanita tersebut.
Abu Mush’ab-semoga allah mengampuninya-berkata, “Ini merupakan tanda-tanda kematian yang baik insya allah”. Sesungguhnya allah berfirman,
“Allah meneguhkan (iman)orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat”. (Q.S. Ibrahim:27)
Ini termasuk keteguhan yang diberikan Allah kepadanya yaitu mengucapkan syahadatain ketika sedang sekarat.
Dalam sebuah hadits shohih yang diriwayatkan oleh abu Daud dan ahmad dari Mu’ad bin Jabal bahwa Rosulullah bersabda,
“Barangsiapa akhir ucapannya di dunia, La ilaaha illallah maka ia akan masuk syurga”
Kemudian tanda yang lain yaitu sinar dan cahaya yang memancar dari wajahnya. Pada hadits Thalhah bin Ubaidillah ketika dia sakit yang dijenguk Umar, dalam hadits tersebut disebutkan, “aku mendengar ucapan Rosulullah, tidak ada yang menghalangiku untuk bertanya tentangnya selama aku masih mampu bertanya.”
Aku mendengar beliau bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui sebuah kalimat jika diucapkan oleh seorang hamba ketika meninggal niscaya tubuhnya bersinar, Allah akan melepaskannya dari siksaan”.
Umar berkata, “Sesungguhnya aku juga tahu kalimat itu”.
Thalhah mengatakan, “coba sebutkan kalimat tersebut”.
Umar berkata, “tidakkah engkau mengetahui kalimat agung yang diperintahkan Nabi kepada pamannya agar diucapkan ketika meninggal? Yaitu kalimat ”la ilaha ilallah”.
Thalhah berkata, “Kamu benar. Demi allah itulah kalimatnya”.
